Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan buah dan sayuran

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa jika kita makan sayuran dan buah, kita dapat mencegah atau mengobati beberapa penyakit.

OBESITAS (Kegemukan)

Penelitian yang pernah dilakukan di sebuah basis militer di Afrika meneguhkan manfaat-manfaat dari memakan makanan-makanan yang berserat tinggi seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Kelompok yang para tahanan yang adalah penduduk asli di penjara, dibandingkan dengan kelompok tentara. Kelompok tahanan penduduk asli, yang sedang diteliti tersebut, memakan sayur-sayuran, padi-padian dan roti yang sudah mereka tanam sendiri. Kelompok tentara memakan gula, roti putih dan makanan olahan lainya. Kedua kelompok itu memakan kalori dalam jumlah yang sama dalam satu hari. Bahan-bahan tinja setiap peserta tersebut dikumpulkan selama beberapa hari untuk diperiksa.
Ternyata, jumalah kalori bahan-bahan tinja kelompok tentara mengandung 20% kalori yang sudah dicerna. Sebaliknya, tinja para penduduk asli mengandung 60% kalori dari apa yang telah mereka makan.
Peningkatan penyerapan kalori dari makanan olahan menjelasjan mengapa begitu banyak orang yang tidak mendapatkan serat dari makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran menjadi gemuk.

CHOLESTEROL Buruk atau TRIGLISERIDA

Menurunakan lemak-lemak yang merusak (trigliserida atau disebut “bad cholesterol”) dalam darah dengan makan garlic/bawang putih,wortel, gandum, oat, barley/jelai, beras merah, the sehingga ini dapat mencegah penyakit jantung

Penyakit KOLAGEN (Jaringan ikat)

Seorang ibu muda di dallas menderita scleroderma – sebuah penyakit yang berdampak pada pembuluh darah dan jaringan ikat, yang sering kali membuat kulit sangat kaku bahakan mengeras. Ia juga harus banyak berbaring di tempat tidur karena penyakit arthritis yang telah merusak/menyebabkan perubahan bentuk pada sendi-sendi yang terkena. Dokternya, yang juga adalah majikannya, berpendapat bahwa ia sudah sangat sakit dan dalam stadium terminal. Ibunya merawatnya dan juga anak-anaknya. Tanpa mau menyerah, pasien itu mulai membaca segala sesuatu yang tersedia dari aman saja, dan secara bertahap mengumpulkan suatu buku catatan yang berisi saran-saran yang ia piker cocok untuk masalahnya.
Ia mulai makan makanan yang terutama terdiri dari sayuran. Kemudian, ia mulai memakan, bran muffin yang terbuat dari whole grain/padi-padian utuh tanpa gula. Beberapa bulan kemudian, ia muncul dalam reuni SMAnya yang keduapuluh. Banyak yang sudah mendengar bahwa ia sakit sudah dalam stadium terminal, tapi di pesta reuni ini, ternyata ia- berdansa, mengobrol, berpelukan dan tersenyum pada semua orang.
Apa yang terjadi? Ia menjelaskan bahawa setelah 6-8 hari memakan sari sayurannya, ia mulai merasa jauh lebih baik. Kesembuhannya menjadi sempurna dalam beberapa bulan. Satu-satunya yang membuat gejala-gejala penyakitnya muncul kembali adalah ketika ia mulai menambahkan makanannya dengan makanan daging olahan ke dalam menu makanannya, sehingga, ia segera mengesampingkan makanan-makanan itu. Ia terpilih menjadi wanita yang tercantik dalam reuni itu; dan ia tetap sehat selama kurun waktu yang cukup panjang sejak saat itu.

Kanker

Factor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan kanker
Walaupun pada kenyataan kita hidup setelah/pasca era revolusi industri dengan banyaknya produksi zat-zat kimia dan polusi, racun-racun yang berpotensial ini dampak memainakan peran yang tidak berarti dalam pertumbuhan kanker. Demikian juga, walaupun perhatian seringkali ditujukan kepada sejarah keluarga seperti menempatkan seseorang mengidap penyakit yang berisiko seperti kanker, hal itu juga memaikan peran yang relative tidak berarti. Faktor yang paling penting yang dihubungkan dengan kanker adalah makanan, juga merokok yang melampaui batas. Dengan demikian, jika seseorang memakan makanan sehat dan tidak merokok, kemungkinan kanker akan turun drastis.
a. Pemasukan kalori/lemak yang tinggi
Hanya dengan memakan kalori yang terlalu banyak telah menempatkan seseorang dalam risiko kanker. Sebagai tambahan, lemak jenuh hewani yang tinggi ditemukan berhubungan terutama dengan kanker usus besar, payudara, prostate, dan ovarium.

b. Makanan-makanan yang sudah diproses

c. Nitrit
Nitrit(garam dari asam nitrous, NO@) ditambahakan pada daging-daging yang sudah diproses untuk menjaga agar dagingnya tetap berwarna merah muda dan menarik. Nitrit terbuat dari nitrat(i.e. garam dari asam nitrat, NO3).

d. Nitrat
Nitrat ditemukan di tanah sebagai hasil fertilisasi komersial(biasanya sebuah bentuk ammonia disemprotkan0. nitrat masuk ke dalam air kita dan rantai makanan. Ketika makan atau air yang mengandung nitrat dicerna, bakteri-bakteri tertentu pada usus(terutama spesies Bacteriodes, yang cenderung lebih banyak terdapat di bagian usus pada orang-orang yang memiliki pemasukan daging merah yang banyak) mengubah nitrat menjadi nitrit. Nitrit, ketika bergabung dengan asam amino dari protein dapat membentuk nitrosamine, yang merupakan zat penyebab kanker yang potensial.

e. Jamur (aflatoxin)
Aflatoksin ditemukan dalam beberapa produk kacang tanah yang terkontaminasi. Mereka merusak sel-sel DNA, yang menghasilkan anak sel-anak sel dengan DNA yang rusak, dengan demikian potensial pembawa kanker

f. Makanan yang diasapi/charboiled
Menyiapkan makanan dengan cara ini menciptakan komponen-komponen toksik seperti heterocyclic amines, yang juga terdapat merusak sel-sel DNA.

g. Red dye
pewarna makanan, Karsinogen

h. Des

hormon sintetik yang digunakan dalam makanan sapi dan ayam.

Dihubungkan dengan Ca Cervix (kanker mulut rahim)

i. Strontium
Radioaktif ni ditemukan dalam rantai makanan kita terutama dalam susu sapi.

j. Obat-obatan dan zat-zat kimia yang ada di lingkungan/sekeliling kita
1. kurang lebih 7600 zat-zat kimia mencemari makanan kita.
Banyak di antaranya telah diuji dan dia nggap sebagai
karsinogen.
2. Banyak juga yang belum diuji tetapi mencamari kita dalam
makanan, kosmetik, insektisida dan pembasmi hama.

k. kadmium
1. berasal dari gas-gas kendaraan bermotor, pupuk dan limbah-
limbah industri.
2. Mencemarkan tanah dan air
3. Ditemukan pada shellfish/kerang-kerangan

l. Siklamat dan Sakarin

Oleh : dr. ELIZABETH SUBRATA