Vera Farah Bararah – detikHealth

img
(Foto: publicdomainpicture)

Jakarta, Jika ditanya kenangan masa kecilnya, orang mungkin hanya bisa mengingat sedikit memori bahkan banyak yang sama sekali tidak ingat. Faktor apa yang membuat orang bisa lupa dengan kenangan masa kecilnya?

Kebanyakan orang masih mengingat memori masa kecilnya paling tidak saat berusia 3 tahun. Segelintir orang bahkan hanya mengingat sedikit kenangannya saat berusia 3-7 tahun, meskipun ada album foto atau isyarat lain yang bisa memicu lebih banyak memori.

Psikolog melihat ketidakmampuan orang dewasa untuk mengingat peristiwa di kehidupan awalnya termasuk saat kelahiran disebut dengan amnesia masa kanak-kanak.

Istilah ini pertama kali diciptakan oleh Sigmund Freud, pencetus ilmu psikologi. Freud mengungkapkan orang-orang menggnakan sarana ini untuk menghilangkan traumatis atau kejadian buruk lain di masa kecil.

Lebih dari satu abad kemudian, peneliti menduga munculnya amnesia masa kanak-kanak adalah karena saat usia tersebut perkembangan memori otak bayi belum tumbuh optimal. Tapi sekitar usia 3 tahun, kemampuan memori anak-anak sudah berkembang cepat ke tingkat dewasa.

Namun psikolog menemukan bahwa anak-anak usia 3-6 bulan sebenarnya dapat membentuk kenangan jangka panjang, perbedaannya ada pada saat kapan kenangan tersebut terjadi.

Misalnya saat bayi dilahirkan, maka kenangan yang terjadi adalah implisit yang utuh atau tidak sadar. Hal inilah yang membuat seseorang tidak ingat memori kelahirannya.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Senin (26/4/2010) untuk membentuk suatu kenangan, manusia harus menciptakan sinapsis atau koneksi antara sel-sel otak. Koneksi ini akan mengkodekan informasi sensorik dari sebuah peristiwa ke memori di otak. Dari otak ini akan mengatur informasi hingga tercipta memori terakhir.

Memori pengkodean ini berhubungan dengan perkembangan korteks prefrontal bayi. Saat bayi berusia 24 bulan, jumlah sinapsis di korteks prefrontal sudah mencapai tingkat dewasa.

Selain itu ukuran hippocampus di dasar otak terus berkembang hingga usia 2 atau 3 tahun. Hal ini penting, karena hippocampus bisa menentukan informasi sensorik yang akan dipindahkan ke penyimpanan jangka panjang.

Penelitian pada tahun 2004 dilakukan untuk menelusuri perkembangan verbal bayi laki-laki dan perempuan yang berusia 27-39 bulan. Tujuannya untuk mengetahui seberapa baik mereka dapat mengingat peristiwa masa lalu.

Hasilnya, didapatkan jika anak-anak ini tidak tahu kata yang tepat untuk menggambarkan suatu peristiwa saat kejadian, maka nantinya mereka tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi atau sulit mengingatnya.

Selain itu, cara orangtua melatih secara verbal kenangan dengan anak-anakya akan mempengaruhi memori autobiografi anak nantinya.

Dengan kata lain, orangtua yang memberitahu anak-anaknya tentang peristiwa masa lalu secara detail, akan membuat seseorang cenderung lebih jelas dan mengerti kenangan diri mereka sendiri.

Sumber: health.detik.com